Masalah Kulit Selulit
Selulit atau stretch mark bukanlah penyakit, melainkan suatu ciri alamiah tubuh wanita, seperti payudara ataupun rambut yang sedikit pada tubuh dan wajah. Selulit sebenarnya adalah lemak, tetapi cara menyimpannya menyebabkan permukaan bagian tubuh yang mengandung lebih banyak lemak (terutama di pinggul dan paha) tampak tidak rata. Ketika seorang gadis mencapai pubertas, hormon-hormon wanita, terutama estrogen, menyebabkan payudara, pinggul dan lekukan khas wanita berkembang. Selain itu, terjadi peningkatan lemak di tubuh bagian bawah, terutama di pada dan dipinggul. Ketika sel-sel lemak wanita membesar akibat peningkatan estrogen, masalah kulit selulit pun menjadi sangat mudah terbentuk. Selulit terlihat seperti kulit jeruk yang berdaging atau kasur yang bertonjolan.
Permukaan yang bergelombang pada masalah kulit selulit itu disebabkan oleh cara lemak melekat dibawah kulit dan tersimpan dalam kantung-kantung sel lemak yang dikelilingi oleh jaringan ikat pembagi yang menebal. Lemak dapat bergelombang sebab tekstur lemak lebih lembut dan mirip spons dibandingkan jaringan lain, seperti kulit atau otot. Suka atau tidak wanita memang rawan terhadap selulit. Perbedaan tesktur dan struktur pembungkusan sel lemak bawah kulit memberikan konsekuensi yang menyedihkan bagi kita, para wanita! Estrogen tidak hanya menyebabkan pengumpulan sel-sel lemak yang lebih banyak dan lebih besar pada bagian bawah tubuh wanita, tapi juga membuat lapisan dermis kulit lebih tipis, sehingga kantung-kantung sel lemak dibawahnya lebih terlihat dipermukaan kulit. Testosterone pria membawa ktungan tambahan berupa penebalan rambut tubuh. Hal ini menyokomg kulit yang sudah tebal sehingga penampakan gelombang di permukaan pin semakin berkurang. Terakhir estrogen menyebabkan pertahanan air sedangkan testosterone tidak. Akibatnya ketika terjadi peningkatan kadar hormon wanita (terutama saat pubertas atauu melakukan kontrasepsi oral), seluruh penahanan air memberikan tekanan dan tampaknya meningkatkan masalah kulit selulit.
Orang-orang secara genetis lebih gemuk memiliki aktivitas enzim yang meniingkat seperti yang kita semua alami jika memakan gula (sebab gula menyebabkan pelepasan insulin yang merangsang lipoprotein lipase). Pada saat aktivitas enzim meningkat, sel-sel lemak kita menyerap lemak seperti spons, hasilnya, bentuk tubuh tubuh yang tidak menawan. Berita baiknya adalah aktivitas lipoprotein lipase bisa dikurangi dengan kafein dan obat-obatan tertentu. Krim yang mengandung bahan-bahan tersebut dapat dipijatkan ke paha untuk membantu mengurangi masalah kulit selulit.
Semua ini mengarah kepada satu kesimpulan masalah kulit selulit adalah fakta fisik, sebuah kenyataan yang disebabkan oleh hormon wanita yang mempengaruhi jaringan ikat dan sel lemak. Ketika berat badan bertambah, sel lemak dalam kantung jarnganĀ ikat membesar, sehingga permukaan kulit terlihat bertonjolan dan aliran darah menyempit sehingga metabolisme kita melambat.

